Saturday, July 31, 2010

Macam-Macam Anemia Dapat Kita Alami

Anemia berarti kekurangan sel darah merah yang dapat disebabkan oleh hilangnya darah yang terlalu cepat atau karena terlalu lambatnya produksi sel darah merah.

Sumber Gambar : medical-look

Beberapa tipe anemua dan penyebabnya fisiologisnya dapat kita pelajari sebagai berikut :

ANEMIA AKIBAT KEHILANGAN DARAH
Setelah mengalami perdarahan yang cepat maka tubuh akan mengganti cairan plasma dalam waktu 1 sampai 3 hari. Namun hal ini akan menyebabkan konsentrasi sel darah merah menjadi rendah. Bila tidak terjadi perdarahan yang kedua maka konsentrasi sel darah merah biasanya normal dalam waktu 3 sampai 6 minggu. Pada kehilangan darah yang kronis maka penderita seringkali tidak dapat mengabsorbsi cukup besi dari usus halus untuk membentuk hemoglobin secepat darah yang hilang. Kemudian terbentuk sel darah merah yang mengandung sedikit sekali hemoglobin sehingga menimbulkan keadaan anemia hipokromik mikrositik.

Sumber Gambar :healthguide.howstuffworks

ANEMIA APLASTIK
Aplasia sumsum tulang berarti tidak berfungsinya sumsum tulang. Contohnya pada seseorang yang sering terkena radiasi sinar gamma akibat ledakan bom atom cenderung untuk menderita kerusakan sumsum tulang yang menyeluruh dalam beberapa minggu kemudian menjadi anemia yang mematikan. Demikian juga terapi yang menggunakan sinar-x secara berlebihan, bahan-bahan kimia pada industri tertentu dan pada penderita sensitif bahkan obat-obatan dapat mengakibatkan efek yang sama.

Sumber Gambar : medical-look


ANEMIA HEMOLITIK
Ada bermacam-macam sel darah merah yang abnormal. Sebagian besar didapat secara keturunan. Sel-sel ini memiliki sifat yang mudah rapuh sehingga mudah pecah sewaktu melewati kapiler terutama ketika melewati limpa. Walaupun sel darah merah yang terbentuk jumlahnya normal atau bahkan lebih dari normal pada penyakit-penyakit hemolitik ternyata masa hidup sel darah merah ini sangat singkat sehingga mengakibatkan anemia yang parah. Beberapa tipe anemia ini seperti sferositosis herediter, anemia sel sabit, dan eritoblastosis fetalis.

Sumber Gambar : pathologystudent

ANEMIA MEGALOBLASTIK
Lambatnya produksi eritroblas dalam tulang sumsum tulang mengakibatkan sel ini tumbuh terlalu besar dengan bentuknya yang aneh dan disebut megaloblas. Jadi atropi mukosa lambung seperti yang terjadi pada anemia pernisiosa atau bila seluruh lambung diangkat melalui gastrektomi total maka dapat menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik. Juga penderita sariawan usus (intestinal sprue) dimana asam folat, B 12 dan senyawa vitamin B lainnya sedikit sekali diabsorbsi seringkali terjadi anamia megaloblastik.

Sumber Gambar : sehat-enak

Fungsi Sel Darah Merah di Tubuh Manusia

Fungsi utama sel darah merah yang biasa kita kenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin ini beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Jika hemoglobin ini terbatas dalam sel darah merah. Jika hemoglobin ini terbebas dalam plasma manusia, kurang lebih 3 persennya bocor melalui membran kapiler masuk ke dalam ruang jaringan atau melalui membran glomerulus pada ginjal terus masuk ke dalam saringan glomerulus setiap kali darah melewati kapiler. Agar hemoglobin tetap berada dalam aliran darah maka ia harus tetap berada dalam sel darah merah.

Sumber Gambar :http://www.daviddarling.info/encyclopedia/S/sickle_cell_disease.html

Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase yang mengkatalisis reaksi antara karbon dioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi kimia ini beberapa ribu kali lipat. Cepatnya reaksi ini membuat air dalam darah dapat bereaksi dengan banyak sekali karbon dioksida dan dengan demikian mengangkutnya dari jaringan menuju paru-paru dalam bentuk ion bikarbonat.

Sumber Gambar : http://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics

Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio, sel-sel darah merah primitif yang berinti diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester masa gestasi, hati dianggap sebagai organ utama untuk melakukan produksi sel-sel darah merah, walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir, sel-sel darah merah hanya dihasilkan oleh sumsum tulang.

Sumber Gambar : http://alfaatihwalkhaatim.blogspot.com/2010/01/kenali-darah-anda.html

Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang menghasilkan sel darah merah sampai seseorang berusia 5 tahun. Tetapi, sumsum dari tulang panjang, kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel-sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia ini, kebanyakan sel darah merah dihasilkan dalam sumsum tulang membranosa seperti verebrata sternum, iga dan ilium. Bahkan dalam tulang-tulang ini, sumsum menjadi kurang produktif sesuai dengan bertambahnya usia.

Daftar Pustaka : Guyton & Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 9 : EGC

Mengenal Sel Darah Putih Tubuh Kita

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa darah yang ada didalam tubuh kita salah satunya adalah sel darah putih. Sesungguhnya – secara normal – didalam darah kita terdapat enam macam sel darah putih. Keenam sel darah tersebut yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Disamping itu, terdapat sejumlah besar trombosit yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang, yakni megakariosit. Ketiga tipe pertama dari sel, yaitu sel-sel polimorfonuklir, seluruhnya mempunyai gambaran granular. Karena alasan itu mereka disebut granulosit atau dalam terminologi klinis sering disebut “poli” karena intinya yang multipel.


sumber gambar : http://sistemperedarandarah2.blogspot.com/

Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang macam-macam sel tersebut ada baiknya kita mengenal tentang leukosit itu sendiri. Leukosit merupakan unit sel darah yang aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang(granulosit dan monosit serta sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, sel-sel ini dibawa dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat sesungguhnya dari sel darah putih adalah untuk mengatasi infeksi tubuh atau radang yang serius. Jadi, leukosit menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada.
Pada manusia dewasa dapat dijumpai 7000 sel darah putih per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut :
 Netrofil polimorfonuklir : 62,0 persen
 Eosinofil polimorfonuklir : 2,3 persen
 Basofil polimorfonuklir : 0,4 persen
 Monosit : 5,3 persen
 Limfosit : 30,0 persen

Jumlah trombosit yang hanya merupakan framen-fragmen sel dalam keadaan normal jumlahnya kira-kira 300.000 per mikroliter darah. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara membunuhnya – yaitu, melalui fagositosis. Fungsi utama limfosit dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imunitas.
Sumber Gambar : http://pkukmweb.ukm.my/~danial/MACROPHAGECOLOR.JPG

Alasan utama keberadaan sel darah putih dalam darah karena sel diangkut dari sumsum tulang atau jaringan limfoid ke area tubuh yang memerlukan. Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4 sampai dengan 5 hari berikutnya dalam jaringan. Pada keadaan infeksi jaringan yang berat, masa hidup keseluruhan seringkali berkurang sampai hanya beberapa jam karena granulosit dengan cepat menuju daerah infeksi melakukan fungsinya dan masuk dalam proses dimana sel-sel itu sendiri dimusnahkan.
Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama dihasilkan dalam berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh, terutama dalam sumsum tulang dan plak Peyer dibawah epitel dinding usus. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah.

Daftar Pustaka : Guyton & Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 9 : EGC