Saturday, July 31, 2010

Mengenal Sel Darah Putih Tubuh Kita

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa darah yang ada didalam tubuh kita salah satunya adalah sel darah putih. Sesungguhnya – secara normal – didalam darah kita terdapat enam macam sel darah putih. Keenam sel darah tersebut yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Disamping itu, terdapat sejumlah besar trombosit yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang, yakni megakariosit. Ketiga tipe pertama dari sel, yaitu sel-sel polimorfonuklir, seluruhnya mempunyai gambaran granular. Karena alasan itu mereka disebut granulosit atau dalam terminologi klinis sering disebut “poli” karena intinya yang multipel.


sumber gambar : http://sistemperedarandarah2.blogspot.com/

Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang macam-macam sel tersebut ada baiknya kita mengenal tentang leukosit itu sendiri. Leukosit merupakan unit sel darah yang aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang(granulosit dan monosit serta sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, sel-sel ini dibawa dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat sesungguhnya dari sel darah putih adalah untuk mengatasi infeksi tubuh atau radang yang serius. Jadi, leukosit menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada.
Pada manusia dewasa dapat dijumpai 7000 sel darah putih per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut :
 Netrofil polimorfonuklir : 62,0 persen
 Eosinofil polimorfonuklir : 2,3 persen
 Basofil polimorfonuklir : 0,4 persen
 Monosit : 5,3 persen
 Limfosit : 30,0 persen

Jumlah trombosit yang hanya merupakan framen-fragmen sel dalam keadaan normal jumlahnya kira-kira 300.000 per mikroliter darah. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara membunuhnya – yaitu, melalui fagositosis. Fungsi utama limfosit dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imunitas.
Sumber Gambar : http://pkukmweb.ukm.my/~danial/MACROPHAGECOLOR.JPG

Alasan utama keberadaan sel darah putih dalam darah karena sel diangkut dari sumsum tulang atau jaringan limfoid ke area tubuh yang memerlukan. Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4 sampai dengan 5 hari berikutnya dalam jaringan. Pada keadaan infeksi jaringan yang berat, masa hidup keseluruhan seringkali berkurang sampai hanya beberapa jam karena granulosit dengan cepat menuju daerah infeksi melakukan fungsinya dan masuk dalam proses dimana sel-sel itu sendiri dimusnahkan.
Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama dihasilkan dalam berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh, terutama dalam sumsum tulang dan plak Peyer dibawah epitel dinding usus. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah.

Daftar Pustaka : Guyton & Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 9 : EGC


No comments:

Post a Comment